Rabu, 19 Maret 2014

DAMPAK PEMANFAATAN WILAYAH PESISIR KOTA KUPANG



DAMPAK PEMANFAATAN
WILAYAH PESISIR KOTA KUPANG





 OLEH:
ALUDIN AL AYUBI 



Wilayah pesisir merupakan wilayah yang penting tetapi rentan (vulnerable) terhadap gangguan. Karena rentan terhadap gangguan, wilayah ini mudah berubah baik dalam skala temporal maupun spasial. Perubahan di wilayah pesisir dipicu karena adanya berbagai kegiatan seperti industri, perumahan,transportasi, pelabuhan, budidaya tambak, pertanian, pariwisata. Aktivitas manusia dalam menciptakan ruang-ruang terbangun akhirnyasering mengakibatkan masalah di dalam ekosistem pesisir. Batasan kawasanterbangun seperti kota pesisir harus dilakukan. Perkembangan pemukiman, ataufasilitas lain harus dibatasi melalui sistem penataan ruang agar perkembanganruang terbangun dapat terkendali dan arah pengembangan ke arah sepanjang pantai harus di cegah.
Dengan potensi yang unik dan bernilai ekonomi tinggi namun dihadapkan pada ancaman yang tinggi pula, maka hendaknya wilayahpesisir ditangani secara khusus agar wilayah ini dapat berkelanjutan. Aktivitas yang akan ditempatkan pada suatu ruang di kawasan pesisirharus memperhatikan kesesuaian antar kebutuhan (demand) dengan kemampuanlingkungan dalam menyediakan sumberdaya (carrying capacity). Denganmengacu kepada keseimbangan antara demand dan supply, maka akan dicapai suatu optimasi pemanfaatan ruang antara kepentingan masa kini, masa dating serta menghindari terjadinya konflik pemanfaatan ruang.
Kota Kupang merupakan ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di Wilayah Pesisir Teluk Kupang. Kota Kupang mempunyai luasankawasan pesisir 12.695 Ha dan panjang pesisir 22,7 Km. Kawasan Pesisir Kota Kupang merupakan awal perkembangan dari Kota Kupang. Secara historis perkembangan kawasan pesisir Kota Kupang karena adanya potensi ekonomi. Menurut Soetomo (2005:3) Wilayah pesisir merupakan wilayah human settlement, tempat manusia tinggal, bekerja dengan segala kehidupannya. Pesisir merupakan wilayah yang strategis bagi perkembangan permukiman perkotaan dan pusat desa-desa nelayan, sebagai tempat produksi seperti industri, pusat terminal transportasi laut (pelabuhan).  Kehidupan manusia ini yang menciptakan ruang-ruang terbangun yang akhirnya sering menciptakan masalah di dalam ekosistem pantai.
Aktivitas-aktivitas yang ada di kawasan pesisir Kota Kupang, sebagian besar didominasi oleh permukiman, perdagangan dan jasa, industri dan pariwisata.Aktivitas-aktivitas perdagangan dan jasa (Kelurahan LLBK dan Kelurahan Solor) yang ada dalam kawasan pesisir Kota Kupang mempunyai permasalahan tersendiri, karena bangunan-bangunan tersebut merupakan bangunan kuno terletak dalam kawasan jalur hijau sempadan pantai yang merupakan kawasan bebas bangunan, dimana keberadaan bangunan tersebut bisa mengancam sumber daya kawasan pesisir, karena bangunan-bangunan tersebut  langsung membelakangi laut, yang berarti semua limbah cair yang dihasilkan langsung dibuang ke laut.
Kegiatan pariwisata yang ada di kawasan pesisir Kota Kupang, yaitu Pantai Lasiana, Pantai Pasir Panjang, dan Pantai Namosain berdasarkan kondisi alaminya merupakan kawasan pantai yang sangat penting, karena adanya hutan dan daerah resapan air. Kegiatan industri tambak garam di Pantai Oesapa dapat mengancam habitat hutan bakau terluas di sekitar Pantai Oesapa.
Permasalahan pemanfaatan wilayah pesisir Kota Kupang antara lain adanya pembangunan di sepanjang pesisir Kota Kupang tanpa memperhatikan sempadan pantai, pola pembangunan yang membelakangi pantai, banyaknya bangunan liar (tidak ber-IMB) sepanjang pesisir pantai yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya, baik dari aspek penataan maupun sanitasi lingkungan, sehingga menimbulkan kesan kumuh di wilayah perairan pesisir seperti  menyebabkan rusaknya ekosistem hutan mangrove, ekosistem terumbu karang, ekosistem padang lamun serta dapat member dampak gangguan terhadap kehidupan biota yang di dalamnya. Oleh karena itu maka dengan adanya tulisan ini, dianggap penting untuk mencapai kesetimbangan tersebut.
Dengan semakin meningkatnya pemanfaatan wilayah  yang diakibatkan perkembangan Kota Kupang akan mempengaruhi daya dukung atau kapasitas lingkungan wilayah pesisir serta menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan perairan pesisir sekitar  jika penggunaannya tidak disesuaikan dengan kaidah-kaidah keberlanjutan. Pada saat ini, dampak dari pemanfaatan ruang terbangun kawasan pesisir belum terlalu berpengaruh besar pada kawasan perairan pesisir Kota Kupang namun jika aktivitas tersebut tidak segera dikurangi tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan dampak yang lebih besar lagi bagi ekosistem hutan mangrove, ekosistem terumbu karang dan ekosistem padang lamun di lingkungan perairan sekitar.
Apabila ketiga ekosistem tersebut rusak maka yang akan terjadi kedepannya adalah semakin berkurangnnya sumberdaya yang terkandung di dalmnya. Sumberdaya-sumberdaya tersebut diantaranya adalah ikan, rumput laut, kekerangan dan lain-lain yang dapat dimanfaatkan sebagai komoditas unggulan yang berpotensi dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat yang ada di Kota Kupang. Oleh karena itu, apakah pihak pemerintah sebagai pemegang regulasi akan tetap diam?

TOLONG PIKIRKAN NASIB PARA NELAYAN……………….!!!!

 



SEKILAS TENTANG IKAN HIAS BOTANA BIRU



OLEH :
ALUDIN AL AYUBI, S.Pi

PENDAHULUAN
Perikanan merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai potensi dan peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Pembangunan perikanan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Peranan sektor perikanan dalam pembangunan nasional terutama bisa dilihat dari fungsinya sebagai penyedia bahan baku pendorong agroindustri, peningkatan devisa melalui penyediaan ekspor hasil perikanan, penyedia kesempatan kerja, peningkatan pendapatan nelayan atau petani ikan dan pembangunan daerah, serta peningkatan kelestarian sumberdaya perikanan dan lingkungan hidup (Direktorat Jenderal Perikanan 2004).
Perikanan dan kelautan Indonesia memiliki potensi pembangunan ekonomi dan termasuk prospek bisnis yang cukup besar, sehingga dapat dijadikan sebagai sektor andalan untuk mengatasi krisis ekonomi (Dahuri, 2000).Trend kegiatan ekspor produk perikanan dan kelautan memacu perusahaan-perusahaan di sektor ini untuk mengoptimalkan salah satu potensi yang menjadi sumberdaya untuk bertahan dan bersaing.
Salah satu bisnis sektor perikanan yang mempunyai potensi cukup besar adalah ikan hias. Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang belakangan ini menjadi komoditas perdagangan yang potensial di dalam maupun di luar negeri. Ikan hias dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan devisa bagi negara.
Ikan hias memiliki daya tarik tersendiri untuk menarik minat para pecinta ikan hias (hobiis) dan juga kini banyak para pengusaha ikan konsumsi yang beralih pada usaha ikan hias. Kelebihan dari usaha ikan hias adalah dapat diusahakan dalam skala besar maupun kecil atau skala rumah tangga, sel ain itu perputaran modal pada usaha ini relatif cepat. Keberadaan ikan hias di Indonesia tidak semuanya asli dari Indonesia, sebagian besar adalah ikan yang diimpor kemudian dikembangkan dan hasilnya banyak yang sudah diekspor untuk memeuhi selera para penggemar ikan hias di luar negeri.
Ikan hias bukan merupakan ikan konsumsi manusia, tetapi merupakan ikan untuk pajangan, untuk dilihat keindahan akan warna dan corak yang berbeda dari tiap jenis dan memiliki daya tarik tersendiri. Hal ini menyebabkan ikan hias banyak diminati dan mulai diperdagangkan sebagai komoditas hidup. Prospek bisnis ikan hias Indonesia sangat cerah, karena didukung oleh beberapa faktor seperti jenis ikannya beragam, ketersediaan air yang cukup, lahan serta iklim yang sesuai. Sebagai contoh jenis ikan karang yang ada diperairan laut Indonesia salah satunya adalah ikan botana biru (Acanthurus leucosternon ).

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI  BOTANA BIRU 


Botana biru (Acanthurus leucosternon ) biasa juga disebut surgeons adalah merupakan salah satu jenis ikan hias yang ada di perairan indonesia.
Klasifikasi ilmiah :
Kingdom       : Animalia
Phylum         : Chordata
Family                    : Acanthuridae
Genus          : Acanthurus
Spesies       : A. leucosternon
Ciri – ciri dari ikan botana biru (Acanthurus leucosternon ) adalah sebagai berikut
1.      Kulitnya tebal dengan sisik yang halus
2.      Mempunyai duri tajam yang berbentuk seperti pisau bedah pada tiap sisi dasar sirip ekor
3.      Bentuk badan bulat dengan bagian depan lebih lebar dari bagian belakang
4.      Warna secara umum biru terang
5.      Bagian depan berwarna kehitam – hitaman
6.      Daerah sekitar insang berwarna putih
7.      Warna sirip beragam
8.      Sirip ekor bercagak berwarna hitam belang dan putih
9.      Ukuran maksimum mencapai 20 cm

HABITAT DAN MAKANAN
Ikan hias air laut merupakan sekumpulan ikan yang berada di daerah tropis dan kehidupannya berkaitan erat dengan terumbu karang. Ikan-ikan tersebut memanfaatkan terumbu karang secara langsung maupun tidak langsung untuk kepentingan hidupnya. Ikan botana biru (Acanthurus leucosternon ) hidupnya bergerombol di daerah karang yang dangkal, Hidup pada kedalaman 6 – 10 meter. Membutuhkan cahaya yang cukup. PH 8,1 – 8,4. Temperatur 25° – 27° C. 
Ikan botana biru (Acanthurus leucosternon ) termasuk golongan herbivora dengan memakan alga yang menutupi karang . selain itu ikan juga merupakan ikan pendamai, jika dikumpulkan dengan ikan lain tidak mengganggu.


MENGENAL IKAN HIAS BOTANA BIRU



OLEH :
ALUDIN AL AYUBI, S.Pi

PENDAHULUAN
Perikanan merupakan salah satu sektor ekonomi yang mempunyai potensi dan peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Pembangunan perikanan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Peranan sektor perikanan dalam pembangunan nasional terutama bisa dilihat dari fungsinya sebagai penyedia bahan baku pendorong agroindustri, peningkatan devisa melalui penyediaan ekspor hasil perikanan, penyedia kesempatan kerja, peningkatan pendapatan nelayan atau petani ikan dan pembangunan daerah, serta peningkatan kelestarian sumberdaya perikanan dan lingkungan hidup (Direktorat Jenderal Perikanan 2004).
Perikanan dan kelautan Indonesia memiliki potensi pembangunan ekonomi dan termasuk prospek bisnis yang cukup besar, sehingga dapat dijadikan sebagai sektor andalan untuk mengatasi krisis ekonomi (Dahuri, 2000).Trend kegiatan ekspor produk perikanan dan kelautan memacu perusahaan-perusahaan di sektor ini untuk mengoptimalkan salah satu potensi yang menjadi sumberdaya untuk bertahan dan bersaing.
Salah satu bisnis sektor perikanan yang mempunyai potensi cukup besar adalah ikan hias. Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang belakangan ini menjadi komoditas perdagangan yang potensial di dalam maupun di luar negeri. Ikan hias dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan devisa bagi negara.
Ikan hias memiliki daya tarik tersendiri untuk menarik minat para pecinta ikan hias (hobiis) dan juga kini banyak para pengusaha ikan konsumsi yang beralih pada usaha ikan hias. Kelebihan dari usaha ikan hias adalah dapat diusahakan dalam skala besar maupun kecil atau skala rumah tangga, sel ain itu perputaran modal pada usaha ini relatif cepat. Keberadaan ikan hias di Indonesia tidak semuanya asli dari Indonesia, sebagian besar adalah ikan yang diimpor kemudian dikembangkan dan hasilnya banyak yang sudah diekspor untuk memeuhi selera para penggemar ikan hias di luar negeri.
Ikan hias bukan merupakan ikan konsumsi manusia, tetapi merupakan ikan untuk pajangan, untuk dilihat keindahan akan warna dan corak yang berbeda dari tiap jenis dan memiliki daya tarik tersendiri. Hal ini menyebabkan ikan hias banyak diminati dan mulai diperdagangkan sebagai komoditas hidup. Prospek bisnis ikan hias Indonesia sangat cerah, karena didukung oleh beberapa faktor seperti jenis ikannya beragam, ketersediaan air yang cukup, lahan serta iklim yang sesuai. Sebagai contoh jenis ikan karang yang ada diperairan laut Indonesia salah satunya adalah ikan botana biru (Acanthurus leucosternon ).

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI  BOTANA BIRU 


Botana biru (Acanthurus leucosternon ) biasa juga disebut surgeons adalah merupakan salah satu jenis ikan hias yang ada di perairan indonesia.
Klasifikasi ilmiah :
Kingdom       : Animalia
Phylum         : Chordata
Family         : Acanthuridae
Genus          : Acanthurus
Spesies       : A. leucosternon
           Ciri – ciri dari ikan botana biru (Acanthurus leucosternon ) adalah sebagai berikut
1.      Kulitnya tebal dengan sisik yang halus
2.      Mempunyai duri tajam yang berbentuk seperti pisau bedah pada tiap sisi dasar sirip ekor
3.      Bentuk badan bulat dengan bagian depan lebih lebar dari bagian belakang
4.      Warna secara umum biru terang
5.      Bagian depan berwarna kehitam – hitaman
6.      Daerah sekitar insang berwarna putih
7.      Warna sirip beragam
8.      Sirip ekor bercagak berwarna hitam belang dan putih
9.      Ukuran maksimum mencapai 20 cm

HABITAT DAN MAKANAN
Ikan hias air laut merupakan sekumpulan ikan yang berada di daerah tropis dan kehidupannya berkaitan erat dengan terumbu karang. Ikan-ikan tersebut memanfaatkan terumbu karang secara langsung maupun tidak langsung untuk kepentingan hidupnya. Ikan botana biru (Acanthurus leucosternon ) hidupnya bergerombol di daerah karang yang dangkal, Hidup pada kedalaman 6 – 10 meter. Membutuhkan cahaya yang cukup. PH 8,1 – 8,4. Temperatur 25° – 27° C. 
Ikan botana biru (Acanthurus leucosternon ) termasuk golongan herbivora dengan memakan alga yang menutupi karang . selain itu ikan juga merupakan ikan pendamai, jika dikumpulkan dengan ikan lain tidak mengganggu.